Pages

Jumat, 13 Maret 2015

Perpisahan dalam Sebuah Alasan

Perpisahan
Apakah memang selalu perlu alasan?
Hingga ada yang merasa menjadi korban,
Dan ada yang kemudian dipersalahkan.
Ada yang merasa ditinggalkan,
Dan ada pula yang dianggap meninggalkan.

Perpisahan
Tak bisakah dipandang sebagai sebuah perjalanan?
Atau sesuatu yang sudah ditentukan,
Atau bahkan kebetulan,
Seperti layaknya pertemuan..

(Bagaimana kalian bertemu? Ah..kebetulan saja. Memang sudah jalannya begitu. Lalu kenapa berpisah? Itu karena dia bla bla bla...)

Perpisahan
Bisakah dijelaskan tanpa kenapa, tanpa karena, memang harus begitu adanya.

Tak bisakah?
Sepertinya memang tak bisa.
Selama manusia mendewakan alasan dalam sebuah karena.

Rabu, 05 Desember 2012

tentang waktu dan sang guru

Duka tak pernah mengenal waktu.
Ya, waktu yang itu.
Yang terkadang terlalu deras memburu.
Seakan tak mampu menanggung sedetikpun kata tunggu.

Dan duka pun tak pernah menunggu.
Hingga sehari yang lalu.

Sehari yang lalu.
Pagi masih begitu biru.
Ketika haru mengetukngetuk pintu kamarku.
Mengantarkan jutaan gelembung awan, lalu menjejalkan semuanya pada dalam mataku.
Yang tak perlu menunggu waktu untuk meleleh menjadi bulirbulir hujan, masih pada mataku.

Sehari yang lalu.
Waktu tak mau menunggu.
Duka mengambil singgasana di sampingku.
Demi menggantikan kealpaan sang guru.

Sehari yang lalu.
Senyumnya tersebar dalam getir manis kenangan yang semerta membanjir pada linikalaku.
Senyum itu.
Senyum yang sama yang kunikmati adanya setiap pagi, bertahun yang lalu.
Senyum yang sama yang masih selalu membayangiku.
Pada acapkali aku mengenangnya dalam sebuah kisah lucu.
Senyum yang sama yang selalu tersungging pada tiap kecupan di tangan dalam sekali temu.

Sehari yang lalu.
Segala kata tumpah ruah laksana hujan pada bulan Desember yang tak pernah mengenal nanti untuk dijatuhkan.
Segala kata yang pernah kau ucapkan.
Segala kata tentangmu yang kami kenangkan.
Katakata bualan.
Katakata perhatian.
Katakata pesan.
Katakata gurauan.
Katakata sindiran.
Segala kata yang kekal dalam kenangan.
Segala kata yang kami simpan rapi dalam bilik keabadian.
Segala kata yang mengungkap betapa adamu begitu berkesan.
Segala kata yang mengisahkan tiadamu yang amat memilukan.

Sehari yang lalu.
Ratusan kilo dari ragamu.
Air mataku tak mampu mengendalikan dirinya untuk tak memperburuk wajahku.

Sehari yang lalu.
Pagi masih begitu biru.
Duka hadir tanpa mengenal waktu.
Dan waktu tak mau mengenal kata tunggu.
Pun maut yang hanya tahu mengabdi untuk membawa kembali sang guru kembali padaMu.

Hari ini, ia telah pergi.
Benar-benar pergi.
Meninggalkan sebaris senyum dalam bilik memori kami.
Mewariskan barisan ilmu yang menganaksungai pada segala penjuru bumi.
Pada kepala manapun ilmunya pernah menjadi sebuah semi.
Hari ini, raga guru kami telah kembali.
Namun dimanapun ia berada, jiwanya adalah ilmu tak pernah mati.

Dan esok, kami akan mengenang anda dalam senyuman bangga.
Kami akan bahagia pernah mengenal anda.
Kan kami abadikan petuah dan ilmu dalam nyata.

Tersenyumlah disana.
Tersenyumlah senantiasa bersamaNya.
Bahagialah, guru. Karena kami telah bisa.
Adamu kan abadi dalam segala amal, ilmu, petuah dan kata yang senantiasa kami jaga.

Teruntuk guruku, ayah, pembimbing dan pendidik sejatiku.

Bapak Ino Yuwono. :')

Selasa, 01 November 2011

semangkuk kata, sesuap cinta

mendung yang menggelayut manja tak selalu berarti hujan akan tiba
mungkinkan cinta pun tak berarti bersama??
jika iya,
tukarlah saja cinta dengan kata
agar aku tak kelaparan lalu mati merana

jangan paksa aku mengunyah cinta
padahal hanya asam yang mampu kurasa
tak perlu kau mengumbar rasa
cukup berikan aku semangkuk kata

bukankah cinta hanya bisa menggoda
sedang kata bisa jauh lebih fasih mengumbar cerita kita

jangan paksa aku mengunyah cinta
cukup beri aku sesuap kata.

aku masih terlalu percaya pada-Mu

Aku masih terlalu percaya padaMu.
Pada waktu yang menyimpan berjuta harap semu.
Pada hujan.
Sebentuk tetesan indahMu yang membawa keajaiban.

Aku masih terlalu percaya padaMu.
Dengan lugu menyerahkan diri pada waktu.
Menunggu.
Sedangkan hujan telah lebih dulu berlalu.
Mendahuluiku.


Aku masih terlalu percaya padaMu.
Hingga saat hujanpun tersedu.
Aku masih membisu.
Bertemankan sang waktu.
Terpaku.
Hingga hatiku membeku.

Senin, 31 Oktober 2011

aku masih...

aku masih bergantung pada waktu.
mengiba belas kasih-Mu...

aku masih percaya keajaiban
yang Kau turunkan dalam setiap tetes hujan...

aku masih bersimpuh pada sajadahku
yang telah berlumut dan lapuk tertimbun airmataku...

aku masih terlalu percaya pada-Mu

pada setiap tetes airmata
kulihat Kau menatapku iba
pada setiap tetes airmata
aku merajuk manja

pada setiap detik waktu
Kau menasehatiku
pada setiap detik waktu
aku mengabaikan-Mu

aku tak pernah percaya Engkau murka
airmata beserta luka segala rupa
aku terima
bukan sebagai cela
namun sebagai jalan menuju sempurna

aku masih terlalu percaya pada-Nya

Sabtu, 16 April 2011

pergi saja

sore ini hujan datang lagi.
aku ingin mengusir dia pergi.
aku tidak mau bermain lagi, sudah terlalu banyak hujan dalam hatiku, hingga becek dan berlumpur dalam.
maafkan, aku tak adil pada hujan.
tak ada lagi tawa bahagia saat melihatnya, yang aku punya hanya airmata.
maaf.
ini bukan salah hujan.
hanya keadaan.

aku masih percaya hujan membawa bahagia.
tapi tidak di dunia.
karena ini adalah dunia manusia.
bukan hujan yang berkuasa, pun bukan bahagia.

Kamis, 03 Maret 2011

ah..hanya andai

andai...
aku bertemu mimpi...
tak akan kulepas dia pergi lagi.
akan aku bawa serta ia menemaniku bangun pagi.
dan akan aku perlihatkan padanya bagaimana indahnya kehidupan nyata di bumi.

Senin, 17 Januari 2011

kau ku...

aku disini. duduk pada ranjang kita. menulis cerita indah kita.
kau pun disini. tidur pada ranjang kita. mungkin saja kau sedang memimpikan cerita kita.
mungkin saja...cerita yang kutulis dan yang kau impi adalah sama. atau mungkin juga berbeda.

di sampingku...kau tertidur manja. sesekali kau raih kaki telanjangku, meminta perhatianku, cemburu dengan layar berwarna ini. kau juga ingin kulihat, ya??
di sampingmu...aku terduduk menatap layar kecil terang berwarna. entah mengetikkan apa. kau cemburu. lalu menyentuk ibu jari kakiku. kau juga ingin dimanja, dipandang, dan diketuk seperti layar berpijar itu.

aku kau kita. dalam ranjang yang sama. ranjang kita. saling memanjakan dalam alam masing masing. saling memikirkan cerita kita masing masing. saling menorehkan kisah cinta indah kita. kau memiliki caramu. dan aku memiliki caraku. kita, memiliki cara kita. inilah cara kita untuk memiliki. inilah cara kita untuk mencintai dan dicintai.
aku mu. kau ku. kita.

dialog dengan pagi


selamat pagi, pagi...
ah...maafkan. aku terlalu canggung menyapamu. kau yang selalu menjadi sapaanku padanya pada setiap hari berganti. kau yang memberi cerah senyum pada bibir ini melalui renyah sapaan dari ujung dunia sebelah sana.
ya. kaulah segalanya. selamat, pagi. :)

pagi ini berbeda..
pagi memberiku pemandangan terindah dalam pelupuk.
saat kusadari hari berganti, pagi menyapa dan aku terkesima.
sesosok dia, dengan telanjang dada, dia yang kupuja, membawa senampan penuh tawa. disajikan dalam piring saji mungil berwarna nan sempurna.

sarapanku pagi ini.
nikmat sekali. walau hanya terasa sebagai sekotak susu rasa stroberi.
terimakasih, pagi...

telah lama nafas itu kurindu...
telah lama aroma itu kuharap...
telah lama rasa seperti ini kuingin...
telah lama tubuh itu kudamba...
pagi ini...
semua membaur, meluber, meleleh jadi satu, masuk meresap ke dalam seluruh nafas dan poriku.
pagi memberiku keindahan ini.
pagi memberiku kenikmatan ini.
pagi memberiku kepuasan ini.
pagi memberiku kenangan indah ini.
dan pagi jugalah yang mengakhiri semua ini.

ya...
kami...dua tubuh yang saling mendamba...
saling mencinta...
saling merasa...
saling meraba...
harus terpisahkan oleh pagi.
ah...pagi, katakan ini hanya mimpi.
imaji indah dalam memori.

tetapi tidak.
ini adalah rasa nyata.
sayangnya....
dan pagi memisahkan kita...

sabarlah, sayang.
tunggu saat kita menjadi sepasang.
dan dunia akan kita buat melayang.
pagi pun takkan jedi penghalang.
tunggulah, sayang.
saat itu akan cepat datang.

Minggu, 16 Januari 2011

gelas kaca bergambar kupukupu



Tuhan,
ini rinduku...
kutuang dalam gelas kaca bergambar kupukupu.

kuminum seteguk..
hanya agar aku tau bagimana rasa rindu itu
hingga suatu saat nanti aku bisa merasainya lagi.
rindu yang indah.
pekat
lezat hingga tertambat di kerongkongan.

kubiarkan hingga ku kehabisan napas.
sedikit saja.
memang benar, rindu adalah candu.
mengingatkanku pada bola matamu.

memangdangku dari jarak sejauh itu.
ah..hanya kau yang mampu begitu.

Tuhan...
ini rinduku...
dalam gelas kaca bergambar kupukupu
maukah kau menyimpannya untukku.
hingga nanti aku datang dan memohon padaMu.
kembalikan rinduku...

ah...mungkin saja tidak.
Tuhan...
jika dia datang dan meminta
rinduku...
dalam gelas kaca bergambar kupukupu...
berikanlah, semuanya.
hingga ia dapat merasa.
bagaimana kerongkongan ini tersiksa.
menelan rindu yang membara.
untuknya.

kenangan hujan




aku ingin menikah saat hujan.
biar kaki kaki panjangnya meluruhkan enggan.
aku ingin menikah di bulan.
persetanlah biar tiada kawan atau penghulu yang menyaksikan.
biar aku sesak dan hidup dengan napas buatan.
napas dari mulutmu yang beraroma hutan.

aku ingin dicintai oleh hujan.
biar segar kurasai di seluruh badan.
aku ingin mencintaimu seluas hutan.
yang selalu ketakutan.
dan berlari saat bertemu dengan raungan.

aku ingin bercengkerama dengan hujan.
biar ia sampaikan sejuta rinduku padamu dalam sebulir pesan.
bukankah hujan tak pernah tersasar, atau hilang dalam angan?

aku ingin hilang di dalam hutan.
berlari telanjang semakin dalam dan berbaur dengan kuman.
hingga habis tenaga ini kekurangan pangan.

aku ingin dimanja olehmu, kekasih awan.
kau yang selalu hadir setiap kali aku memandang hujan.
aku berharap hujan membawakanku pesan.

gerimis meluruh sore ini bersama angan.
tanpa ia tahu aku tertelungkup dalam selimut kelam penuh kenangan.
ia tak tahu betapa aku merindukan.
pelukan, ciuman...

ah...sadarlah. itu semua hanya kenangan.
nanti ia akan hilang bersama hujan.
masuk ke dalam awan.

Sabtu, 15 Januari 2011

personifikasi

aku adalah penggemar majas, personifikasi.
lebih dari itu, aku pemujanya...
terimakasih ku haturkan kepadamu, hai sang pembuat majas.
kau sungguh berotak emas.

personifikasi...
aku tergila gila dengan yang satu ini.
dengannya, aku bisa bercengkerama dengan semua ciptaan Ilahi.
semua dapat bercerita, berbisik, bernyayi...

aku berteman baik dengan personifikasi.
bahkan sebelum aku dapat memaknai sang kata.
dengan personifikasi, aku merajut dan melukis kata menjadi harmoni lembayung indah.

aku dapat bercengkerama dengan mentari...
bulan pun dapat bersenandung lirih bersamaku.
bahkan angin dan daun juga dapat berbisik manja meminta perhatianku.

aku mencintai alamku...
aku bercengkerama dengan mereka.
katakan aku gila. katakan aku bermimpi.
terserah. apapunlah.
aku senang bersama mereka.
mereka yang selalu ada. bermain riang manja dalam imajinasiku.
ah...aku cinta alamku.

pun sejak dulu...
aku telah mengandaikan diriku sebagai seorang ratu alam.
semua adalah kerajaanku. dan semua adalah kawanku yang riang.
aku bercengkerama dengan burung merpati ayah di halaman rumah.
aku mengajak pohon beringin bernyanyi beriramakan angin.
aku berjalan dan mendongak mengharapkan senyuman simpul dari sang mentari siang.
aku menari besama air mandi.
aku pun meminta kecoa dan cicak untuk tak memperhatikanku di kamar mandi.
aku menangis kala bunga melati kesayanganku jatuh ke tanah dan mengering.
aku berduka ketika ikan cupang peliharaanku melemas lalu mati.

katakan aku konyol.
katakan aku kekanakan.
memang.
aku menyayangi mereka.
semua baik.

dan kini...
meskipun aku tak dapat bercengkerama dengan sahabat lamaku, karena mereka sudah malu mungkin.
aku tetap dapat merasakan kehadiran dan kehidupan mereka.
melalui kata.
berbumbu personifikasi.

kini...
saat aku telah dapat memaknai kata dengan imaji ku yang meliar...
aku meberikan kehormatan setinggi bukit himalaya untukmu semua, alamku.
pagi yang membangunkanku, angin yang mengajarkanku menari, hujan yang menghapus gelisahku, dan dedaunan yang senang bernyanyi bersamaku.
juga semua yang selalu kusebut dalam cengkerama ku bersama sang malam.

aku cinta alamku...
terimakasih, personifikasi...
kau memberiku teman terbaik abadi sepanjang dunia.

OBAT

obat ini...
kira-kira...apa ya yang dirasakan oleh sebuah, atau sebutir obat??
ia sangat berjasa...
namun jarang ada yang suka.
bahkan terkadang memalingkan muka darinya.

maafkan, obat...
aku benar-benar tak sukai kamu.
hanya melihat manis wajahnya lah yang membuat pahit tak lagi kurasai.
dia. yang memberikan kau padaku.
sekian banyak.
berharga sekian ratus ribu rupiah.
hanya demi pahit di lidah ini.

aku tidak suka!!
tapi kau harus, katanya.
jika aku tak mau berkawan denganmu, obat...
aku diancam olehnya.
dia bilang, aku tak boleh mengeluh lagi padanya, tentang sakitku.
aku sakit, aku mau dimanja olehnya.
aku mau terus bersamanya, mengeluh, dipeluk, bermanja.
ah...kenapa harus ada kamu??

hanya karena dia, kau menjadi temanku.
kubawa kau kemana-mana.
kurasai kau manis, padahal pahit menggigit lidahku.

demi dia, kau berharga...

tolong aku, obat. bekerja samalah.

kata dan nya

aku suka sekali kata.
selalu menjadi temanku yang setia.
saat aku sendiri, merana, atau bahkan tertawa, hanya kata yang ada. saling rangkai merangkai hingga terbentuk makna.
saat aku terjaga kala malam menyapa, saat aku menuntaskan hasrat alam nyata, maupun saat kapanpun otakku bekerja.
lebih dari semua, aku cinta kata.
kata mengajarkanku tentang nyata. katanya, semua punya makna.
kata membuat aku menjadi sesosok utuh manusia.
kata memperkenalkanku pada sosoknya.
berawal dari sebuah kata, percakapan tercipta.
walau hanya dalam alam maya, itupun sudah memiliki makna.
lewat kata kau menyapa...
lewat kata semua ini bermula.

hei kau, janganlah kau menyimpan cemburu pada kata.
ia tak berdosa.
hanya sebaris huruf membentuk makna.
beda dengan kau, kau manusia nyata.
kau pun pemilik kata.
kau penyimpan sejuta kata cinta, yang tertuju untukku semata.

kini, aku merindukannya.
kata-kata dari mulut manis yang berbuah merah muka.
hai pujangga, sesungguhnya kaulah pemintal kata paling sempurna.
saesempurna kau memintal hatiku menjadi rasa.
rasa cinta.

Jumat, 14 Januari 2011

tentang mentari

selamat pagi, mentari...
ya. aku terlampau terlambat menemuimu pagi ini.
tanpa senyum tanpa semangat menjalani hari.

mentari...
kau selalu menjadi penanda hari.
pertanda bahwa aku memiliki kehidupan, 24 jam lagi.
atau bahkan kurang dari ini?
ah...aku tak peduli.
semua kuasa Sang Illahi Rabbi.
aku, manusia, hanya menjalani.

pagi ini...
bersama mentari...
tak kudapati kau di samping kiri.
hingga aku sadar, sementara kau masih di dalam mimpi.

semacam surat cinta...

to :
my sexy hero...
inside my heart. :")


hai sexy...
ahaha...ya. aku tau reaksimu. kau selalu tersenyum kecil setiap kali aku memanggilmu begitu. apa kau tidak suka?? ah...biarlah. aku suka. kau memang seksi. setidaknya untukku. dan memang hanya untukku.
sudah...jangan malu. aku suka kau begitu.

aku menulis surat, sayang...
ya. ini surat pertamaku. kutulis untukmu.
lihat. kau spesial, sayang. untukku. kau spesial. sangat. tidakkah kau sadar??
sadarlah. kau selalu muncul dalam doa malamku, kau selalu kusebut saat malam merayuku. aku titipkan salam untukmu, pada malam, pada angin, pada hujan.
entah kau mendengarnya atau tidak. mungkin mereka menyasarkan pesan dan salamku entah kemana.
mungkin sekali kau pernah mendapatkannya. atau dua kali?? entah. kau tak pernah mengatakannya padaku.

kali ini...
akan kusampaikan padamu, langsung olehku. aku sudah berani, sayang. aku belajar menulis surat.
kau suka??
ah...pasti kau menjawab "aku suka sekali, sayang"
ya ya ya.
kau selalu memanjakanku.
aku suka. selalu merasa disayang olehmu. ah...sayang sayang sayang.

kau pasti bertanya, mengapa aku menulis untukmu? tidakkah kita bisa saling berbicara?
iya. tapi kita sudah terlalu sering berbicara. aku tidak mau berbicara. karena kau selalu lebih tahu dari aku. dan aku bagai anak curut yang baru tahu tentang dunia. hahaha.
karena itu juga aku memujamu, sayang. kau pintar. aku suka suka sukaa.

aku menulis, sayang.
karena hanya ada aku disini. kau disana. dan aku dapat berkata sesukaku. aku bisa menganggap diriku lebih pintar darimu. hanya menganggap, sayang. kau tetap dalam kenyataan.

sayang, setiap hurufku mengandung sejuta rindu untukmu.
hitung saja sendiri berapa banyak rinduku untukmu. kau suka angka kan?? nanti, katakan padaku, berapa banyak rindu yang kau dapat dari surat ini, sayang. katakan ya? aku akan menunggu.

aku membayangkan kau membaca suratku, sayang.
mungkin akan biasa saja. karena tidak ada yang spesial untukmu, bukan begitu sayang?? tapi aku tau. kau pasti menyukainya. sangat. aku hanya mau menyampaikan betapa spesialnya dirimu. aku suka.

ah...mengapa banyak sekali aku meracau.
suratku bukan ingin menyampaikan racauanku.
tapi ia pastilah tau, aku ingin kau menyadari seberapa banyak rinduku untukmu, melalui huruf ini.
hihihi.

benar, sayang. aku merindukanmu.
aku rindu merasakan rasa tergelitik setiap kali nama dan gambarmu muncul dalam layar ponselku.
aku rindu aroma mu saat pagi menyapa.
aku rindu manismu.
aku rindu rindu rindu.
aku tidak peduli kemarin kita bersama. menyapa senja. aku tidak peduli semalam kita bersama menyambut dini hari. aku juga tak peduli pagi tadi kau mengajakku bertemu mentari fajar.
aku rindu kamuuu.

sayang...
aku sudah berubah.
aku tak lagi menangis saat menantimu datang. aku pun tak lagi gelisah menanti bunyi pesanmu. namun aku tetap khawatir jika tak ada kabar darimu. selalu. dan tidak pernah bisa berubah.
sadarkah kau, sayang?? lihat. kau begitu spesial. untukku. sangat.
pernahkan kau merasakan begitu, sayang??
ah...mungkin tidak. kau terlampau sabar. dan aku suka.

sayang, tahukah kau?? terkadang aku menangis.
bukan...aku tau kau tak mungkin dengan sengaja membuatku menangis. ini semua aku yang buat, sayang. menangis karena pikiranku sendiri.
ajari aku, sayang...
ajari aku sepertimu. kau yang selalu bisa menjawab segala tanyaku.
kau yang selalu sabar dan tenang. aku suka.

ah...mungkin memang seharusnya kita begini adanya.
kau selalu berkata, kita ada untuk saling melengkapi. ya. kau yang malas, aku yang tidak tahan dengan waktu dan menunggu.
aku selalu benci.tapi aku sudah berkompromi, sayang. karena aku ingin mengertimu. aku ingin memahamimu. aku ingin menerimamu.
beginilah kamu. tidak dapat ditebak. dan hanya kau yang akan kau turuti, dirimu. aku paham.

sayang..kau selalu mendengarku. selalu menurutiku. selalu memenuhi mauku. semua itu karena kau sayang aku, begitu kan?? pasti.
aku selalu berterimakasih pada Tuhan karena aku memilikimu. karena aku memilihmu. karena aku benar. karena kau begitu...membuat aku sayang. membuat aku kagum.
karena nya, aku menyebutmu sexy hero. kau pahlawanku. kau sexy. ah...aku suka.

kau. jarang sekali memberi inginku. namun kau selalu memberi apa butuhku,
dan aku sudah mendapatkan segalamu.
aku suka.

aku wanitamu, sayang..
yang juga ingin menjadi spesial untukmu. ingin mendapatkan rayuanmu, manismu, dan segalanya tentangmu.
perlakukan aku begitu, sayang...
aku suka.

mengapa segalanya tentangku??
ya. karena ini surat cintaku. untukmu. aku yang tahu semua disini. sekali ini saja.
aku egois ya, sayang?? aku tahu. dan kau paham.
kau selalu mengataiku ceriwis.
terlalu banyakkah tanyaku, sayang?? tapi aku yakin, kau pasti dapat menjawab semuanya dan membuatku puas. seperti biasanya. aku suka.

jawablah, sayang...
jangan kau titipkan pada bulan atau malam. nanti dia menyasarkannya pada laut.
ah sudahlah. nanti kau bosan membacaku.
sudah banyak pula rindu kusampaikan untukmu, sayang. terimalah.

cium penuh rindu.

dengan segala kasih dan penantian,doa dan sabarku hanya untukmu, sayang.
terima kasih, sayang. aku menyayangimu. selalu.

P.S : berkacalah. hapus malu itu dari mukamu. kau lucu. aku suka.
P.S : maafkan ceriwisku, sayang.
P.S : sayang sayang sayang sayang untukmu.

Jumat, 16 Juli 2010

untitled

kata kata kata kata
bibirku ingin mengucap ribuan kata
dia dia dia dia
otakku selalu berucap tentang dia.

bibir berucap karena otak.
otak bekerja. bibir berkata. begitulah tubuh bekerja.

otakku berisi dia. bibirku mengucap kata.
kata tentang dia??
mungkin saja.

dia.
siapa??
pertanyaan yang aku pun tak tau jawabnya.
bisa aku membayangkannya.
tapi menceritakannya ku tak bisa.
mengapa??
tak bisa.
tapi mengapa??
siapa sangka??
biarlah di otakku saja dia ada.
dan dalam kaata ku saja dia bermakna.

Selasa, 13 Juli 2010

wait..waiting..waited..

My trending topic those recent days is : WAITING.
Actually I don't like waiting. At all.
Wait makes my brain burns. My mood going down.

Nunggu..nunggu..nunggu..
Is it a kind of activity?? I don't think so.
Just sitting. Doing nothing. Looking around.
Called waiting.
Doesn't create something. But boring.

Yes I don't like it at all.
But I realize that nothing's perfect in life.
All I want not always here. And all I don't like sometimes comes around me.
Yes. Its life.

Waiting, as something I don't like, comes to me continually those recent days.
And it become a must for me.
All I need always makes me waiting.
I really want to go ahead.
But I can't escape. I need this. So I must be waiting. Patiently.

How come it become a trending topic for me those recent days??
I never have problem in waiting before.
I never have enough patience in waiting.

But now..
I have it enough.
To wait something I really need.
Maybe its a maturity process.
I have to learn to be patient enough to be mature.
Is it??

Yes.
Nothing perfect in life.
And patience is the key.
Receive it wholeheartedly will make life seems better.
Its emotional management.

Just be patient.
Even its hard. :)

Minggu, 11 Juli 2010

my greatest angel, mom. sorry...

here i'm alone in d balcony in diz cold nite..
Seeing at that clean dark sky..
N i miss u.
Suddenly..

Yes..suddenly.
What a silly child i am.
Missing u suddenly out here while u think of me all d time out there.

Myb fo u i always b ur cute nice little girl.
Ur beloved girl.
But actually i am not. At all.
Everything has change.
I'm change.

Yes i'm here far away from u.
From ur hug.

N with my silliness i'm being this way.
I can't do what i could did when i'm with u.

I knw u'll b so dissappointed if u knw how ur little girl is now.
I'm being like this,mom.
Guilty is around my mind.
But i can do nothing.
Yes i'm half a man now.

U pray fo me all nite long.
U r missing me day by day.
U think of me in every step u take.
U wish that i could b a better n great woman out here.

But i've done anything yet.
Yes i'm wasting my time.
Yes i'm destroying my life.
N yes i'm rarely think of u.

I'm messy.
I can't control my self.
I'm wasting my life.
My mind is full of shit.
I can't handle it.everything's soo confused.
I'm stumbling in the dark.

Now..
I really miss u so,mom.
I need ur hug.
Ur warm hug.
I need u to calm me down.
To guide me straight.
I see ur wise face in that dark sky.
I would say sorry for all my silly mistake fo u.
I'm soo sorry.
All i can do is pray n pray a sincere prayer fo u.
I'm begging God always save u as u save me until now.

I love u wholeheartedly.
Mom.

hey, my dearest soulmate. ;)

Hey,dear..
I knw u real out there.maybe around me,in this tiny world.
We just haven't find each other yet.
But soon,when it comes,it must b d most beautiful n unique moment.

My soulmate,u must b d winner of my heart.much better than others.

Thx for being a hard worker n strong fighter for me.

Yes,u might not be as handsome as rob pattinson or else darius sinathrya.
But for me,u could b much better than them.
Bcz u r charming n smart.
U hv ur own engaging style with ur great brain n behave.

Yes i like sweet roses.n myb i'm melting bcz of sweet words.
But tht's all nothing without provement.
All i need is fact,no bullshit.
N i knw u r a real gentleman with a provement beside ur sweet words.

Yes,i knw u love me.
U could enter my world nicely.
Ur kindness could attract not only me,but also my family n my besties.

N over all,u must be my greatest leader.
Could drive me better n threat me well with all ur care.
Save me for ur best n last.

Just keep fighting n proove ur effort.
Soon i'll realize that u r my real soulmate.
Hehe.

Aiu lg ksambet cupid