Pages

Tampilkan postingan dengan label kata tertata. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kata tertata. Tampilkan semua postingan

Selasa, 01 November 2011

aku masih terlalu percaya pada-Mu

Aku masih terlalu percaya padaMu.
Pada waktu yang menyimpan berjuta harap semu.
Pada hujan.
Sebentuk tetesan indahMu yang membawa keajaiban.

Aku masih terlalu percaya padaMu.
Dengan lugu menyerahkan diri pada waktu.
Menunggu.
Sedangkan hujan telah lebih dulu berlalu.
Mendahuluiku.


Aku masih terlalu percaya padaMu.
Hingga saat hujanpun tersedu.
Aku masih membisu.
Bertemankan sang waktu.
Terpaku.
Hingga hatiku membeku.

Senin, 31 Oktober 2011

aku masih...

aku masih bergantung pada waktu.
mengiba belas kasih-Mu...

aku masih percaya keajaiban
yang Kau turunkan dalam setiap tetes hujan...

aku masih bersimpuh pada sajadahku
yang telah berlumut dan lapuk tertimbun airmataku...

aku masih terlalu percaya pada-Mu

pada setiap tetes airmata
kulihat Kau menatapku iba
pada setiap tetes airmata
aku merajuk manja

pada setiap detik waktu
Kau menasehatiku
pada setiap detik waktu
aku mengabaikan-Mu

aku tak pernah percaya Engkau murka
airmata beserta luka segala rupa
aku terima
bukan sebagai cela
namun sebagai jalan menuju sempurna

aku masih terlalu percaya pada-Nya

Sabtu, 16 April 2011

pergi saja

sore ini hujan datang lagi.
aku ingin mengusir dia pergi.
aku tidak mau bermain lagi, sudah terlalu banyak hujan dalam hatiku, hingga becek dan berlumpur dalam.
maafkan, aku tak adil pada hujan.
tak ada lagi tawa bahagia saat melihatnya, yang aku punya hanya airmata.
maaf.
ini bukan salah hujan.
hanya keadaan.

aku masih percaya hujan membawa bahagia.
tapi tidak di dunia.
karena ini adalah dunia manusia.
bukan hujan yang berkuasa, pun bukan bahagia.

Kamis, 03 Maret 2011

ah..hanya andai

andai...
aku bertemu mimpi...
tak akan kulepas dia pergi lagi.
akan aku bawa serta ia menemaniku bangun pagi.
dan akan aku perlihatkan padanya bagaimana indahnya kehidupan nyata di bumi.

Senin, 17 Januari 2011

kau ku...

aku disini. duduk pada ranjang kita. menulis cerita indah kita.
kau pun disini. tidur pada ranjang kita. mungkin saja kau sedang memimpikan cerita kita.
mungkin saja...cerita yang kutulis dan yang kau impi adalah sama. atau mungkin juga berbeda.

di sampingku...kau tertidur manja. sesekali kau raih kaki telanjangku, meminta perhatianku, cemburu dengan layar berwarna ini. kau juga ingin kulihat, ya??
di sampingmu...aku terduduk menatap layar kecil terang berwarna. entah mengetikkan apa. kau cemburu. lalu menyentuk ibu jari kakiku. kau juga ingin dimanja, dipandang, dan diketuk seperti layar berpijar itu.

aku kau kita. dalam ranjang yang sama. ranjang kita. saling memanjakan dalam alam masing masing. saling memikirkan cerita kita masing masing. saling menorehkan kisah cinta indah kita. kau memiliki caramu. dan aku memiliki caraku. kita, memiliki cara kita. inilah cara kita untuk memiliki. inilah cara kita untuk mencintai dan dicintai.
aku mu. kau ku. kita.

dialog dengan pagi


selamat pagi, pagi...
ah...maafkan. aku terlalu canggung menyapamu. kau yang selalu menjadi sapaanku padanya pada setiap hari berganti. kau yang memberi cerah senyum pada bibir ini melalui renyah sapaan dari ujung dunia sebelah sana.
ya. kaulah segalanya. selamat, pagi. :)

pagi ini berbeda..
pagi memberiku pemandangan terindah dalam pelupuk.
saat kusadari hari berganti, pagi menyapa dan aku terkesima.
sesosok dia, dengan telanjang dada, dia yang kupuja, membawa senampan penuh tawa. disajikan dalam piring saji mungil berwarna nan sempurna.

sarapanku pagi ini.
nikmat sekali. walau hanya terasa sebagai sekotak susu rasa stroberi.
terimakasih, pagi...

telah lama nafas itu kurindu...
telah lama aroma itu kuharap...
telah lama rasa seperti ini kuingin...
telah lama tubuh itu kudamba...
pagi ini...
semua membaur, meluber, meleleh jadi satu, masuk meresap ke dalam seluruh nafas dan poriku.
pagi memberiku keindahan ini.
pagi memberiku kenikmatan ini.
pagi memberiku kepuasan ini.
pagi memberiku kenangan indah ini.
dan pagi jugalah yang mengakhiri semua ini.

ya...
kami...dua tubuh yang saling mendamba...
saling mencinta...
saling merasa...
saling meraba...
harus terpisahkan oleh pagi.
ah...pagi, katakan ini hanya mimpi.
imaji indah dalam memori.

tetapi tidak.
ini adalah rasa nyata.
sayangnya....
dan pagi memisahkan kita...

sabarlah, sayang.
tunggu saat kita menjadi sepasang.
dan dunia akan kita buat melayang.
pagi pun takkan jedi penghalang.
tunggulah, sayang.
saat itu akan cepat datang.

Minggu, 16 Januari 2011

gelas kaca bergambar kupukupu



Tuhan,
ini rinduku...
kutuang dalam gelas kaca bergambar kupukupu.

kuminum seteguk..
hanya agar aku tau bagimana rasa rindu itu
hingga suatu saat nanti aku bisa merasainya lagi.
rindu yang indah.
pekat
lezat hingga tertambat di kerongkongan.

kubiarkan hingga ku kehabisan napas.
sedikit saja.
memang benar, rindu adalah candu.
mengingatkanku pada bola matamu.

memangdangku dari jarak sejauh itu.
ah..hanya kau yang mampu begitu.

Tuhan...
ini rinduku...
dalam gelas kaca bergambar kupukupu
maukah kau menyimpannya untukku.
hingga nanti aku datang dan memohon padaMu.
kembalikan rinduku...

ah...mungkin saja tidak.
Tuhan...
jika dia datang dan meminta
rinduku...
dalam gelas kaca bergambar kupukupu...
berikanlah, semuanya.
hingga ia dapat merasa.
bagaimana kerongkongan ini tersiksa.
menelan rindu yang membara.
untuknya.

kenangan hujan




aku ingin menikah saat hujan.
biar kaki kaki panjangnya meluruhkan enggan.
aku ingin menikah di bulan.
persetanlah biar tiada kawan atau penghulu yang menyaksikan.
biar aku sesak dan hidup dengan napas buatan.
napas dari mulutmu yang beraroma hutan.

aku ingin dicintai oleh hujan.
biar segar kurasai di seluruh badan.
aku ingin mencintaimu seluas hutan.
yang selalu ketakutan.
dan berlari saat bertemu dengan raungan.

aku ingin bercengkerama dengan hujan.
biar ia sampaikan sejuta rinduku padamu dalam sebulir pesan.
bukankah hujan tak pernah tersasar, atau hilang dalam angan?

aku ingin hilang di dalam hutan.
berlari telanjang semakin dalam dan berbaur dengan kuman.
hingga habis tenaga ini kekurangan pangan.

aku ingin dimanja olehmu, kekasih awan.
kau yang selalu hadir setiap kali aku memandang hujan.
aku berharap hujan membawakanku pesan.

gerimis meluruh sore ini bersama angan.
tanpa ia tahu aku tertelungkup dalam selimut kelam penuh kenangan.
ia tak tahu betapa aku merindukan.
pelukan, ciuman...

ah...sadarlah. itu semua hanya kenangan.
nanti ia akan hilang bersama hujan.
masuk ke dalam awan.

Sabtu, 15 Januari 2011

OBAT

obat ini...
kira-kira...apa ya yang dirasakan oleh sebuah, atau sebutir obat??
ia sangat berjasa...
namun jarang ada yang suka.
bahkan terkadang memalingkan muka darinya.

maafkan, obat...
aku benar-benar tak sukai kamu.
hanya melihat manis wajahnya lah yang membuat pahit tak lagi kurasai.
dia. yang memberikan kau padaku.
sekian banyak.
berharga sekian ratus ribu rupiah.
hanya demi pahit di lidah ini.

aku tidak suka!!
tapi kau harus, katanya.
jika aku tak mau berkawan denganmu, obat...
aku diancam olehnya.
dia bilang, aku tak boleh mengeluh lagi padanya, tentang sakitku.
aku sakit, aku mau dimanja olehnya.
aku mau terus bersamanya, mengeluh, dipeluk, bermanja.
ah...kenapa harus ada kamu??

hanya karena dia, kau menjadi temanku.
kubawa kau kemana-mana.
kurasai kau manis, padahal pahit menggigit lidahku.

demi dia, kau berharga...

tolong aku, obat. bekerja samalah.

kata dan nya

aku suka sekali kata.
selalu menjadi temanku yang setia.
saat aku sendiri, merana, atau bahkan tertawa, hanya kata yang ada. saling rangkai merangkai hingga terbentuk makna.
saat aku terjaga kala malam menyapa, saat aku menuntaskan hasrat alam nyata, maupun saat kapanpun otakku bekerja.
lebih dari semua, aku cinta kata.
kata mengajarkanku tentang nyata. katanya, semua punya makna.
kata membuat aku menjadi sesosok utuh manusia.
kata memperkenalkanku pada sosoknya.
berawal dari sebuah kata, percakapan tercipta.
walau hanya dalam alam maya, itupun sudah memiliki makna.
lewat kata kau menyapa...
lewat kata semua ini bermula.

hei kau, janganlah kau menyimpan cemburu pada kata.
ia tak berdosa.
hanya sebaris huruf membentuk makna.
beda dengan kau, kau manusia nyata.
kau pun pemilik kata.
kau penyimpan sejuta kata cinta, yang tertuju untukku semata.

kini, aku merindukannya.
kata-kata dari mulut manis yang berbuah merah muka.
hai pujangga, sesungguhnya kaulah pemintal kata paling sempurna.
saesempurna kau memintal hatiku menjadi rasa.
rasa cinta.

Jumat, 14 Januari 2011

tentang mentari

selamat pagi, mentari...
ya. aku terlampau terlambat menemuimu pagi ini.
tanpa senyum tanpa semangat menjalani hari.

mentari...
kau selalu menjadi penanda hari.
pertanda bahwa aku memiliki kehidupan, 24 jam lagi.
atau bahkan kurang dari ini?
ah...aku tak peduli.
semua kuasa Sang Illahi Rabbi.
aku, manusia, hanya menjalani.

pagi ini...
bersama mentari...
tak kudapati kau di samping kiri.
hingga aku sadar, sementara kau masih di dalam mimpi.

Jumat, 16 Juli 2010

untitled

kata kata kata kata
bibirku ingin mengucap ribuan kata
dia dia dia dia
otakku selalu berucap tentang dia.

bibir berucap karena otak.
otak bekerja. bibir berkata. begitulah tubuh bekerja.

otakku berisi dia. bibirku mengucap kata.
kata tentang dia??
mungkin saja.

dia.
siapa??
pertanyaan yang aku pun tak tau jawabnya.
bisa aku membayangkannya.
tapi menceritakannya ku tak bisa.
mengapa??
tak bisa.
tapi mengapa??
siapa sangka??
biarlah di otakku saja dia ada.
dan dalam kaata ku saja dia bermakna.

Minggu, 11 Juli 2010

Call it L.O.V.E

cinta itu seperti pasir..smakin digenggam,makin sdikit yg kita dpt.

Cinta itu ky angin..kita hny bs merasakan hmbusannya,namun sll gagal untuk menggenggamnya.

Cinta itu ky air..mengalir indah bgitu saja.

Cinta itu..pasir,angin,air.
Abstrak.

Cinta..

Aku pernah merasakan nya.

Aku pernah meyakini nya.

Aku pernah memiliki nya.

Aku pernah membiarkannya mengalir
bgitu saja.

Apa yang ku dapat??
Abstrak.
Absurd.

Cinta itu dirasa..bukan diraba..
Ya..cinta itu abstrak.
Complicated.

Aku pernah meyakininya..
Namun apa??

Ingin aku membiarkannya mengalir..
Namun kadang cinta menuntut.

Apa ini sbenarnya??

Cinta adalah sbuah rasa..
Indah namun menyakitkan..
Nyaman namun membingungkan..

Cinta itu tulus..

Ya..aku hanya merasakan dan menemukan nya pada cinta ibu pada ku.
Persetan dg yg lain nya.

Kadang aku lelah memberi dan mencari cinta.
Namun raga ini kerap menuntut hadirnya.

Ah..cinta..cinta..cinta..

Ingin ku haturkan cinta ini hanya untuk ibunda dan Sang Kuasa.
Namun apa..
Cinta kembali berkata.

Katakan ini cinta..
Memberikan semuanya tanpa syarat.
Tidak..itu kebodohan.

Katakan ini cinta..
Menggenggamnya erat hingga sesak napas.
Tidak..itu penyiksaan.

Katakan ini cinta..

Cinta..

Cinta..

Cinta..

Kenapa sllu cinta..

Indah namun juga menyesakkan..

Biarkan saja cinta menghampiri.
Mengalir indah begitu saja.
Tanpa berusaha menggenggamnya.
Tanpa ada tuntutan.
Haruskah??
Sanggupkah??

-030110-