Pages

Kamis, 03 Maret 2011

ah..hanya andai

andai...
aku bertemu mimpi...
tak akan kulepas dia pergi lagi.
akan aku bawa serta ia menemaniku bangun pagi.
dan akan aku perlihatkan padanya bagaimana indahnya kehidupan nyata di bumi.

Senin, 17 Januari 2011

kau ku...

aku disini. duduk pada ranjang kita. menulis cerita indah kita.
kau pun disini. tidur pada ranjang kita. mungkin saja kau sedang memimpikan cerita kita.
mungkin saja...cerita yang kutulis dan yang kau impi adalah sama. atau mungkin juga berbeda.

di sampingku...kau tertidur manja. sesekali kau raih kaki telanjangku, meminta perhatianku, cemburu dengan layar berwarna ini. kau juga ingin kulihat, ya??
di sampingmu...aku terduduk menatap layar kecil terang berwarna. entah mengetikkan apa. kau cemburu. lalu menyentuk ibu jari kakiku. kau juga ingin dimanja, dipandang, dan diketuk seperti layar berpijar itu.

aku kau kita. dalam ranjang yang sama. ranjang kita. saling memanjakan dalam alam masing masing. saling memikirkan cerita kita masing masing. saling menorehkan kisah cinta indah kita. kau memiliki caramu. dan aku memiliki caraku. kita, memiliki cara kita. inilah cara kita untuk memiliki. inilah cara kita untuk mencintai dan dicintai.
aku mu. kau ku. kita.

dialog dengan pagi


selamat pagi, pagi...
ah...maafkan. aku terlalu canggung menyapamu. kau yang selalu menjadi sapaanku padanya pada setiap hari berganti. kau yang memberi cerah senyum pada bibir ini melalui renyah sapaan dari ujung dunia sebelah sana.
ya. kaulah segalanya. selamat, pagi. :)

pagi ini berbeda..
pagi memberiku pemandangan terindah dalam pelupuk.
saat kusadari hari berganti, pagi menyapa dan aku terkesima.
sesosok dia, dengan telanjang dada, dia yang kupuja, membawa senampan penuh tawa. disajikan dalam piring saji mungil berwarna nan sempurna.

sarapanku pagi ini.
nikmat sekali. walau hanya terasa sebagai sekotak susu rasa stroberi.
terimakasih, pagi...

telah lama nafas itu kurindu...
telah lama aroma itu kuharap...
telah lama rasa seperti ini kuingin...
telah lama tubuh itu kudamba...
pagi ini...
semua membaur, meluber, meleleh jadi satu, masuk meresap ke dalam seluruh nafas dan poriku.
pagi memberiku keindahan ini.
pagi memberiku kenikmatan ini.
pagi memberiku kepuasan ini.
pagi memberiku kenangan indah ini.
dan pagi jugalah yang mengakhiri semua ini.

ya...
kami...dua tubuh yang saling mendamba...
saling mencinta...
saling merasa...
saling meraba...
harus terpisahkan oleh pagi.
ah...pagi, katakan ini hanya mimpi.
imaji indah dalam memori.

tetapi tidak.
ini adalah rasa nyata.
sayangnya....
dan pagi memisahkan kita...

sabarlah, sayang.
tunggu saat kita menjadi sepasang.
dan dunia akan kita buat melayang.
pagi pun takkan jedi penghalang.
tunggulah, sayang.
saat itu akan cepat datang.

Minggu, 16 Januari 2011

gelas kaca bergambar kupukupu



Tuhan,
ini rinduku...
kutuang dalam gelas kaca bergambar kupukupu.

kuminum seteguk..
hanya agar aku tau bagimana rasa rindu itu
hingga suatu saat nanti aku bisa merasainya lagi.
rindu yang indah.
pekat
lezat hingga tertambat di kerongkongan.

kubiarkan hingga ku kehabisan napas.
sedikit saja.
memang benar, rindu adalah candu.
mengingatkanku pada bola matamu.

memangdangku dari jarak sejauh itu.
ah..hanya kau yang mampu begitu.

Tuhan...
ini rinduku...
dalam gelas kaca bergambar kupukupu
maukah kau menyimpannya untukku.
hingga nanti aku datang dan memohon padaMu.
kembalikan rinduku...

ah...mungkin saja tidak.
Tuhan...
jika dia datang dan meminta
rinduku...
dalam gelas kaca bergambar kupukupu...
berikanlah, semuanya.
hingga ia dapat merasa.
bagaimana kerongkongan ini tersiksa.
menelan rindu yang membara.
untuknya.

kenangan hujan




aku ingin menikah saat hujan.
biar kaki kaki panjangnya meluruhkan enggan.
aku ingin menikah di bulan.
persetanlah biar tiada kawan atau penghulu yang menyaksikan.
biar aku sesak dan hidup dengan napas buatan.
napas dari mulutmu yang beraroma hutan.

aku ingin dicintai oleh hujan.
biar segar kurasai di seluruh badan.
aku ingin mencintaimu seluas hutan.
yang selalu ketakutan.
dan berlari saat bertemu dengan raungan.

aku ingin bercengkerama dengan hujan.
biar ia sampaikan sejuta rinduku padamu dalam sebulir pesan.
bukankah hujan tak pernah tersasar, atau hilang dalam angan?

aku ingin hilang di dalam hutan.
berlari telanjang semakin dalam dan berbaur dengan kuman.
hingga habis tenaga ini kekurangan pangan.

aku ingin dimanja olehmu, kekasih awan.
kau yang selalu hadir setiap kali aku memandang hujan.
aku berharap hujan membawakanku pesan.

gerimis meluruh sore ini bersama angan.
tanpa ia tahu aku tertelungkup dalam selimut kelam penuh kenangan.
ia tak tahu betapa aku merindukan.
pelukan, ciuman...

ah...sadarlah. itu semua hanya kenangan.
nanti ia akan hilang bersama hujan.
masuk ke dalam awan.