Pages

Senin, 31 Oktober 2011

aku masih...

aku masih bergantung pada waktu.
mengiba belas kasih-Mu...

aku masih percaya keajaiban
yang Kau turunkan dalam setiap tetes hujan...

aku masih bersimpuh pada sajadahku
yang telah berlumut dan lapuk tertimbun airmataku...

aku masih terlalu percaya pada-Mu

pada setiap tetes airmata
kulihat Kau menatapku iba
pada setiap tetes airmata
aku merajuk manja

pada setiap detik waktu
Kau menasehatiku
pada setiap detik waktu
aku mengabaikan-Mu

aku tak pernah percaya Engkau murka
airmata beserta luka segala rupa
aku terima
bukan sebagai cela
namun sebagai jalan menuju sempurna

aku masih terlalu percaya pada-Nya

Sabtu, 16 April 2011

pergi saja

sore ini hujan datang lagi.
aku ingin mengusir dia pergi.
aku tidak mau bermain lagi, sudah terlalu banyak hujan dalam hatiku, hingga becek dan berlumpur dalam.
maafkan, aku tak adil pada hujan.
tak ada lagi tawa bahagia saat melihatnya, yang aku punya hanya airmata.
maaf.
ini bukan salah hujan.
hanya keadaan.

aku masih percaya hujan membawa bahagia.
tapi tidak di dunia.
karena ini adalah dunia manusia.
bukan hujan yang berkuasa, pun bukan bahagia.

Kamis, 03 Maret 2011

ah..hanya andai

andai...
aku bertemu mimpi...
tak akan kulepas dia pergi lagi.
akan aku bawa serta ia menemaniku bangun pagi.
dan akan aku perlihatkan padanya bagaimana indahnya kehidupan nyata di bumi.

Senin, 17 Januari 2011

kau ku...

aku disini. duduk pada ranjang kita. menulis cerita indah kita.
kau pun disini. tidur pada ranjang kita. mungkin saja kau sedang memimpikan cerita kita.
mungkin saja...cerita yang kutulis dan yang kau impi adalah sama. atau mungkin juga berbeda.

di sampingku...kau tertidur manja. sesekali kau raih kaki telanjangku, meminta perhatianku, cemburu dengan layar berwarna ini. kau juga ingin kulihat, ya??
di sampingmu...aku terduduk menatap layar kecil terang berwarna. entah mengetikkan apa. kau cemburu. lalu menyentuk ibu jari kakiku. kau juga ingin dimanja, dipandang, dan diketuk seperti layar berpijar itu.

aku kau kita. dalam ranjang yang sama. ranjang kita. saling memanjakan dalam alam masing masing. saling memikirkan cerita kita masing masing. saling menorehkan kisah cinta indah kita. kau memiliki caramu. dan aku memiliki caraku. kita, memiliki cara kita. inilah cara kita untuk memiliki. inilah cara kita untuk mencintai dan dicintai.
aku mu. kau ku. kita.

dialog dengan pagi


selamat pagi, pagi...
ah...maafkan. aku terlalu canggung menyapamu. kau yang selalu menjadi sapaanku padanya pada setiap hari berganti. kau yang memberi cerah senyum pada bibir ini melalui renyah sapaan dari ujung dunia sebelah sana.
ya. kaulah segalanya. selamat, pagi. :)

pagi ini berbeda..
pagi memberiku pemandangan terindah dalam pelupuk.
saat kusadari hari berganti, pagi menyapa dan aku terkesima.
sesosok dia, dengan telanjang dada, dia yang kupuja, membawa senampan penuh tawa. disajikan dalam piring saji mungil berwarna nan sempurna.

sarapanku pagi ini.
nikmat sekali. walau hanya terasa sebagai sekotak susu rasa stroberi.
terimakasih, pagi...

telah lama nafas itu kurindu...
telah lama aroma itu kuharap...
telah lama rasa seperti ini kuingin...
telah lama tubuh itu kudamba...
pagi ini...
semua membaur, meluber, meleleh jadi satu, masuk meresap ke dalam seluruh nafas dan poriku.
pagi memberiku keindahan ini.
pagi memberiku kenikmatan ini.
pagi memberiku kepuasan ini.
pagi memberiku kenangan indah ini.
dan pagi jugalah yang mengakhiri semua ini.

ya...
kami...dua tubuh yang saling mendamba...
saling mencinta...
saling merasa...
saling meraba...
harus terpisahkan oleh pagi.
ah...pagi, katakan ini hanya mimpi.
imaji indah dalam memori.

tetapi tidak.
ini adalah rasa nyata.
sayangnya....
dan pagi memisahkan kita...

sabarlah, sayang.
tunggu saat kita menjadi sepasang.
dan dunia akan kita buat melayang.
pagi pun takkan jedi penghalang.
tunggulah, sayang.
saat itu akan cepat datang.