mendung yang menggelayut manja tak selalu berarti hujan akan tiba
mungkinkan cinta pun tak berarti bersama??
jika iya,
tukarlah saja cinta dengan kata
agar aku tak kelaparan lalu mati merana
jangan paksa aku mengunyah cinta
padahal hanya asam yang mampu kurasa
tak perlu kau mengumbar rasa
cukup berikan aku semangkuk kata
bukankah cinta hanya bisa menggoda
sedang kata bisa jauh lebih fasih mengumbar cerita kita
jangan paksa aku mengunyah cinta
cukup beri aku sesuap kata.
Selasa, 01 November 2011
aku masih terlalu percaya pada-Mu
Aku masih terlalu percaya padaMu.
Pada waktu yang menyimpan berjuta harap semu.
Pada hujan.
Sebentuk tetesan indahMu yang membawa keajaiban.
Aku masih terlalu percaya padaMu.
Dengan lugu menyerahkan diri pada waktu.
Menunggu.
Sedangkan hujan telah lebih dulu berlalu.
Mendahuluiku.
Aku masih terlalu percaya padaMu.
Hingga saat hujanpun tersedu.
Aku masih membisu.
Bertemankan sang waktu.
Terpaku.
Hingga hatiku membeku.
Pada waktu yang menyimpan berjuta harap semu.
Pada hujan.
Sebentuk tetesan indahMu yang membawa keajaiban.
Aku masih terlalu percaya padaMu.
Dengan lugu menyerahkan diri pada waktu.
Menunggu.
Sedangkan hujan telah lebih dulu berlalu.
Mendahuluiku.
Aku masih terlalu percaya padaMu.
Hingga saat hujanpun tersedu.
Aku masih membisu.
Bertemankan sang waktu.
Terpaku.
Hingga hatiku membeku.
Senin, 31 Oktober 2011
aku masih...
aku masih bergantung pada waktu.
mengiba belas kasih-Mu...
aku masih percaya keajaiban
yang Kau turunkan dalam setiap tetes hujan...
aku masih bersimpuh pada sajadahku
yang telah berlumut dan lapuk tertimbun airmataku...
aku masih terlalu percaya pada-Mu
pada setiap tetes airmata
kulihat Kau menatapku iba
pada setiap tetes airmata
aku merajuk manja
pada setiap detik waktu
Kau menasehatiku
pada setiap detik waktu
aku mengabaikan-Mu
aku tak pernah percaya Engkau murka
airmata beserta luka segala rupa
aku terima
bukan sebagai cela
namun sebagai jalan menuju sempurna
aku masih terlalu percaya pada-Nya
mengiba belas kasih-Mu...
aku masih percaya keajaiban
yang Kau turunkan dalam setiap tetes hujan...
aku masih bersimpuh pada sajadahku
yang telah berlumut dan lapuk tertimbun airmataku...
aku masih terlalu percaya pada-Mu
pada setiap tetes airmata
kulihat Kau menatapku iba
pada setiap tetes airmata
aku merajuk manja
pada setiap detik waktu
Kau menasehatiku
pada setiap detik waktu
aku mengabaikan-Mu
aku tak pernah percaya Engkau murka
airmata beserta luka segala rupa
aku terima
bukan sebagai cela
namun sebagai jalan menuju sempurna
aku masih terlalu percaya pada-Nya
Sabtu, 16 April 2011
pergi saja
sore ini hujan datang lagi.
aku ingin mengusir dia pergi.
aku tidak mau bermain lagi, sudah terlalu banyak hujan dalam hatiku, hingga becek dan berlumpur dalam.
maafkan, aku tak adil pada hujan.
tak ada lagi tawa bahagia saat melihatnya, yang aku punya hanya airmata.
maaf.
ini bukan salah hujan.
hanya keadaan.
aku masih percaya hujan membawa bahagia.
tapi tidak di dunia.
karena ini adalah dunia manusia.
bukan hujan yang berkuasa, pun bukan bahagia.
aku ingin mengusir dia pergi.
aku tidak mau bermain lagi, sudah terlalu banyak hujan dalam hatiku, hingga becek dan berlumpur dalam.
maafkan, aku tak adil pada hujan.
tak ada lagi tawa bahagia saat melihatnya, yang aku punya hanya airmata.
maaf.
ini bukan salah hujan.
hanya keadaan.
aku masih percaya hujan membawa bahagia.
tapi tidak di dunia.
karena ini adalah dunia manusia.
bukan hujan yang berkuasa, pun bukan bahagia.
Kamis, 03 Maret 2011
ah..hanya andai
andai...
aku bertemu mimpi...
tak akan kulepas dia pergi lagi.
akan aku bawa serta ia menemaniku bangun pagi.
dan akan aku perlihatkan padanya bagaimana indahnya kehidupan nyata di bumi.
aku bertemu mimpi...
tak akan kulepas dia pergi lagi.
akan aku bawa serta ia menemaniku bangun pagi.
dan akan aku perlihatkan padanya bagaimana indahnya kehidupan nyata di bumi.
